Pengertian Idiom atau Ungkapan

 

Ungkapan Atau Idiom

 

       Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat di jabarkan dari unsur – unsur nya. Menurut  Badudu (1989;47),”Idiom adalah bahasa yang teradatkan”. Oleh karena itu,Setiap kata yang membentuk idiom berarti di dalam nya sudah ada kesatuan bentuk dan makna
       Kata-kata yang dipakai secara kiasan yang disampaikan pada suatu kesempatan disebut idiom atau ungkapan. Semua bentuk idiom atau ungkapan tergolong dalam kata yang bermakna konotatif. Contoh :
  • keras kepala
  • panjang tangan
  • sakit hati
  • banting tulang 


Ungkapan Idiomatik

 

      Ungkapan idomatik adalah ungkapan yang khas pada suatu bahasa yang salah satu unsur nya tidak dapat dihilangkan atau diganti.
Contoh Kata :
Belum idiomatik
Polisi bertemu maling
Berita selengkapnya dibacakan  Sazli Rais
Sudah idiomatik
Polisi bertemu dengan maling
Berita selengkapnya dibacakan oleh Sazli Rais 

Faktor yang mempengaruhi Tampilan bahasa seorang komunikator dalamberkumunikasi


  • Cara dan media komunikasi : Lisan atau tulisan, Langsung dan tidak langsung, Media cetak dan media elektronik.
  • Bidang ilmu : Teknik, Filsafat, Hukum dan lain-lain
  • Situasi : Resmi, Tidak resmi, Setengah resmi
  • Ruang atau konteks : Seminar, Kuliah, Ceramah
  • Khalayak : Dibedakan berdasarkan umur, Jenis kelamin, Tingkat pendidikan, Status sosial
  • Tujuan: Membangkitkan emosi, Informasi, Humor, Diplomasi.

Gaya Bahasa 

       Gaya bahasa adalah langgam bahasa yang sering juga kita sebut dengan majas adalah penutur mengungkapkan cara yang di pakai untuk menyampaikian sesuatu, Ada cara yang memakai perlambang(majas metafora personifikasi) Ada cara yang menekan kehalusan (majas eufemisme, litotes).

Pengertian Diksi




Pengertian Diksi

 

       Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, Memilih kata tertentu untuk di pakai dalam suatu tutur bahasa.
       Pemilihan kata dilakukan apabila tersedia sejumlah kata yang artinya sama atau bermiripan. Sebagai contoh, Kata mati bersinonim dengan mampus, meninggal, Wafat, Tewas, Gugur, Dan lain sebagainya.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan kata


  • Ketepatan
       Berkaitan dengan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat padaimajinasi pembaca atau pendengar seperti apa yang di pikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara.

  • Kesesuaian
       Berkaitan dengan penggunaan kata untuk mengungkapkan gagasan dengan cara yang di cocokkan dengan kesempatan dan lingkungan yang di hadapi.


Syarat Ketetapan Pilihan Kata

  1. Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi
  2. Dapat membedakan kata – kata yang hampir bersinonim
  3. Dapat membedakan kata – kata yang hampir mirip dalam ejaan nya
  4. Dapat membedakan dengan tepat makna kata – kata abstrak
  5. Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat
  6. Dapat membedakan antara kata – kata umum dan kata – kata khusus


Kamus Sebagai Sumber Diksi


      Kamus merupakan sumber buku referensi yang memuat daftar kosakata yang terdapat dalam sebuah bahasa,yang disusun secara alfabetis disertai batasan dan keterangan bagaimana menggunakan kata itu.
       Kamus di bedakan menurut lingkup dan isinya, yaitu :
  1. Kamus umum
  2. Kamus khusus atau kamus istilah

   

Distribusi Produk dan Layanan E-Commerce




         Distribusi adalah salah satu aspek dari pemasaran. Distribusi juga dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen,sehingga penggunannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga,tempat, dan saat dibutuhkan).

         Menurut Winardi (1989), distribusi merupakan sekumpulan perantara yang terhubung erat antara satu dengan yang lainnya dalam kegiatan penyaluran produk-produk kepada konsumen (pembeli). Sedangkan menurut Philip Kotler (1997), distribusi merupakan sekumpulan organisasi yang membuat sebuah proses kegiatan penyaluran suatu barang atau jasa untuk dipakai atau dikonsumsi oleh para konsumen (pembeli). Oleh karena itu untuk menyampaikan barang-barang dari produsen ke konsumen kegiatan distribusi sangant penting. Tanpa adanya distribusi, barang-barang yang dihasilkan tidak akan sampai ke onsumen. Dengan demikian fungsi distribusi adalah:
1.    Menyalurkan barang-barang dari produsen ke konsumen.
2.   Membantu memperlancar pemasaran, sehingga barang-barang yang dihasilkan produsen dapat segera terjual kepada konsumen.

Faktor waktu memegang peranan yang penting. Kegunann barang akan maksimal jika barang yang dibutuhkan itu dapat diperoleh pada saat diperlukan. Sebaliknya distribusi yang tidak tepat waktunya akan menimbulkan kerugian bagi produsen atau konsumen, yaitu produsen kehilangan keuntungan dan konsumen kepuasannya berkurang. Menurut Vernon dan Jackson (1994) jenis saluran distribusi berdasarkan intensitasnya dibagi menjadi tiga, yaitu:
1.    Bentuk intensif, yaitu jenis saluran yang memanfaatkan banyak pedagang besar dan kecil.
2.    Bentuk selektif, yaitu jenis distribusi yang hanya memanfaatkan beberapa grosir dan sejumlah kecil pengecer.
3.    Bentuk eksklusif, yaitu saluran distribusi yang hanya melibatkan satu perantara dalam lingkungan masyarakat tertentu untuk menangani produk. Saluran yang saat ini kita jumpai dapat dibagi menjadi dua, yaitu saluran langsung dan saluran tidak lansung. Saluran langsung dari produsen ke konsumen. Biasanya hanya sedikit barang yang dipasarkan secara langsung. Saluran tidak langsung, yang dibagi menjadi dua yaitu dari produsen ke pengecer ke konsumen dan dari produsen ke grosir ke pengecer ke konsumen.

          Saluran menurut Kotler (2001) mengemukakan bahwa saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi. Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjembatani antara produsen dan konsumen.
Perantara tersebut dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu; pedagang perantara dan agen perantara. Perbedaannya terletak pada aspek pemilikan serta proses negosiasi dalam pemindahan produk yang disalurkan tersebut. Pengertian dari pedagang perantara dan agen perantara sebagai berikut:
1.    Pedagang perantara
Pada dasarnya, pedagang perantara bertanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya atau dengan kata lain pedagang mempunyai hak atas kepemilikan barang. Ada dua kelompok yang termasuk dalam pedagang perantara, yaitu; pedagang besar dan pengecer. Namun tidak menutup kemungkinan selain membuat barang juga memperdagangkannya.
2.    Agen perantara
Agen perantara mempunyai hak milik semua barang yang mereka tangani. Mereka dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu:
a.    Agen penunjang terdiri dari: Agen pembelian dan penjualan, Agen Pengangkutan dan Agen Penyimpanan,
b.    Agen Pelengkap terdiri dari: Agen yang membantu dalam bidang finansial, Agen yang membantu dalam bidang keputusan, Agen yang dapat memberikan informasi, Agen khusus.

          Menurut Kotler (2001) agar suatu kegiatan penyaluran barang dapat berjalan dengan baik (efektif dan efisien) maka para pemakai saluran pemasaran harus mampu melakukan sejumlah tugas penting, yaitu:
1.    Penelitian yaitu melakukan pengumpulan informasi penting untuk perencanaan dan melancarkan pertukaran.
2.    Promosi yaitu pengembangan dan penyebaran informasi yang persuasive mengenai penawaran.
3.    Kontak yaitu melakukan pencarian dan menjalin hubungan dengan pembeli.
4.    Penyelaras yaitu mempertemukan penawaran yang sesuai dengan permintaan pembeli termasuk kegiatan seperti pengolahan, penilaian dan pengemasan.
5.    Negosiasi yaitu melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan lain-lain sehubungan dengan penawaran sehingga pemindahan pemilikan atau penguasaan bias dilaksanakan.
6.    Distribusi fisik yaitu penyediaan sarana transformasi dan penyimpanan barang.
7.    Pembiayaan yaitu penyediaan permintaan dan pembiayaan dana untuk menutup biaya dari saluran pemasaran tersebut.
8.    Pengambilan resiko yaitu melakukan perkiraan mengenai resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran tersebut.

          Semua tugas diatas mempunyai tiga persamaan yaitu menggunakan sumber daya yang langka, dilaksanakan dengan menggunakan keahlian yang khusus, dan bisa dialih-alihkan diantara penyalur. Apabila perusahaan/produsen menjalankan seluruh tugas diatas, maka biaya akan membengkak dan akibatnya harga akan menjadi lebih tinggi. Terdapat beberapa alternatif saluran atau tipe saluran yang dapat dipakai. Biasanya alternatif saluran tersebut didasarkan pada golongan yaitu:
1.    Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan.
Pembeliannya didasarkan atas kebiasaan membeli dari konsumen. Jadi, pembelinya adalah pembeli/konsumen akhir, bukan pemakai industry karena barang – barang tersebut tidak diproses lagi, melainkan dipakai sendiri menurut Basu Swasta (1998),
2.    Barang industri adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri. Jadi, pembeli barang industri ini adalah perusahaan, lembaga, atau organisasi, termasuk non laba. Berdasarkan pengertian diatas, maka seperti halnya pupuk itu digolongkan kedalam golongan barang industri, sebab pupuk dibeli petani bukan untuk dikonsumsi tetapi untuk digunakan dalam produksi pertaniannya. Dibawah ini digambarkan beberapa tipe saluran untuk barang konsumsi dan barang industri yaitu:

a.    Tipe saluran distribusi untuk barang konsumsi

 

1)    Produsen → Konsumen
Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

2)    Produsen → Pengecer → Konsumen
Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

3)    Produsen → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen
Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Disini produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4)    Produsen → Agen → Pengecer → Konsumen
Disini produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5)    Produsen → Agen → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen
Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan. (Swastha dan Irawan, 1997, p.295-297).

b.    Tipe saluran distribusi untuk barang industry

 

1)    Produsen → Pemakai Industri
Saluran distribusi barang industri dari produsen ke pemakai industri ini merupakan saluran yang paling pendek dan disebut saluran distribusi langsung. Biasanya distribusi langsung ini dipakai oleh produsen bilamana transaksi penjualan kepada pemakai industri relatif cukup besar dan dalam saluran distribusi ini produsen menjual langsung kepada industri user.

2)    Produsen → Distributor Industri → Pemakai Industri
Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan peralatan ekstra kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya. Produsen lain yang dapat menggunakan distributor insdustri sebagai penyalur, antara lain produsen bahan bangunan. Distributor industri dalam saluran ini usahanya terutama dalam menyalurkan parts yang standarrized dan operating supplies yang dibutuhkan oleh pemakai industri secara continues. Produsen memakai distributor industri adalah dengan tujuan agar barangbarang dengan pasti dan mudah diperoleh langsung oleh pemakai. Biasanya distributor industri dapat melakukan penjualan yang lebih sempurna dari produsen karena mereka lebih dekat hubungannya dengan para pemakai dalam suatu daerah tertentu. Sering kali distributor industri sangat disegani oleh para pemakai, sehingga pemesanan-pemesanan pemakai tergantung sekali dari distributor industri. Dalam hal ini produsen hanya dapat menjual barangnya melalui distributor industri.

3)    Produsen → Agen Distributor → Industri Pemakai Industri
Saluran distribusi ini dapat dipakai oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung. Selain itu, faktor penyimpanan pada penyalur perlu dipertimbangkan pula. Dalam hal ini agen penyimpanan sangat penting peranannya. Produsen-produsen kecil dan industrial goods biasanya lebih mengkonsentrir dalam bidang produksinya dan menyerahkan distribusinya kepada para pedagang perantara. Agen mengusahakan penjualannya, distributor industri mengatur storage, reselling dan shipment selanjutnya.

4)    Produsen → Agen → Pemakai Industri
Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran. Juga perusahaan yang ingin memasuki daerah pemasaran baru dan lebih suka menggunakan agen. Produsen tidak ingin membentuk sales force sendiri dan penjualan diserahkan kepada agen, sedangkan kegiatan distribusinya dilakukan oleh produsen. Agen tidak memiliki barang tersebut tapi bertanggung jawab atas pengaturan penjualan. Shipment dilakukan langsung dari produsen kepada pemilik industri.
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan didalam memilih saluran distribusi, faktor tersebut antara lain:
1.    Jenis barang yang dipasarkan,
2.    Produsennya.
3.    Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian,
4.   Pasar sasaran. Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah, waktu, dan tempat yang tepat.

          Dalam hubungan itu, Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional Amerika Serikat mendefinisikan distribusi fisik adalah suatu rangkaian aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhir batas produksi kepada konsumen. Mencakup pemindahan bahan mentah dari suatu pembekal ke awal batas produksi. Manajemen distribusi fisik hanyalah satu diantara istilah deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan suatu pengendalian atas pemindahan barang seperti didefinisikan dimuka. Hal ini sering pula diistilahkan sebagai manajemen logistik atau logistik pemasaran. Dengan demikian, istilah yang digunakan konsep dasarnya adalah sama. Secara terperinci, kegiatan yang ada dalam kegiatan distribusi fisik dapat dibagi kedalam lima macam Menurut Basu Swasta (1998) yaitu:
1.  Penentuan lokasi persediaan dan sistem penyimpanannya, kebijaksanaan terhadap lokasi persediaan didasarkan pada strategi yang diinginkan. Jika perusahaan mengkonsentrasikan persediaannya, maka akan memudahkan dalam mengadakan pengawasan. Penyimpanan erat kaitannya dengan pergudangan, biasanya perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpan sendiri umumnya menyewa kepada lembaga atau perusahaan lain atau disebut gudang umum. Besarnya sewa yang harus dibayar ditentukan menurut besarnya ruangan yang digunakan.

2.    Sistem penanganan barang Sistem penanganan barang yang dapat digunakan antara lain:
a.    Dalam penanganan barang-barang baik itu berupa bahan baku maupun barang jadi dipakai suatu alat yang disebut palet.
b.    Pengemasan barang-barang yang ditangani ditempatkan dalam suatu kemasan atau peti kemas baik dari logam, kayu, ataupun bahan yang lain.
c.    Sistem pengawasan persediaan Faktor penting yang lain dalam sistem distribusi fisik adalah mengadakan pengawasan secara efektif terhadap komposisi dan besarnya persediaan.

3.   Adapun tujuan dari pengawasan persediaan adalah meminimumkan jumlah persediaan yang diperlukan, dan meminimumkan fluktuasi dalam persediaan sambil melayani pesanan dari pembeli. Besarnya persediaan sangat ditentukan oleh keseimbangan kebutuhan pasar dengan faktor biaya. Prosedur memproses pesanan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk memproses pesanan dari produsen kepada konsumen. Pemilihan metode pengangkutan dalam hal ini, rute dan rit pengangkutan merupakan faktor yang penting, dan mempunyai hubungan yang erat dengan pasar atau daerah penjualan, serta lokasi persediaannya. Selain itu, fasilitas pengangkutan yang ada juga merupakan faktor penentu.

Cara Masuk ke Microsoft Outlook Menggunakan Akun Gmail



          Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara masuk ke Microsoft Outlook menggunkan akun gmail, namun sebelum melakukan login ke Microsoft Outlook pastikan anda sudah mempunyai akun gmail terlebih dahulu untuk dapat mengikuti langkah-langkah dibawah.

1. Masuk ke halaman www.gmail.com dan lakukan login terlebih dahulu

2. Setelah masuk tekan gambar gerigi di bagian kanan atas


3. Lalu klik setelan



4. Lalu samakan konfigurasi berikut



5. Setelah itu klik simpan perubahan

6. Lalu klik kelola akun google anda


7. Klik menu keamanan lalu klik aktifkan akses


8. Setelah itu klik izinkan aplikasi yang kurang aman
9. Buka Microsoft Outlook nya dan klik bar File, lalu klik Manage Profiles


10. Lalu akan muncul tampilan berikut, dan klik
11. Kemudian pastikan prompt for a profile terceklist , lalu klik add dan isikan nama sembarang, klik ok
12. Lalu ikuti gambar dibawah ini dan isi semua field nya






13. Setelah itu klik ok lalu klik test account setting

14. Tunggu hingga proses selesai dan berhasil terhubung lalu setelah itu kita klik close saja


15. Setelah itu klik next dan akan muncul tampilan


16. Selesai, konfigurasi dan login ke Microsoft Outlook telah berhasil

Chord Ilir7 - Salah Apa Aku



intro  :  A . . E . . D . . Dm . .

A               E/G#
… . aku percaya kamu

                       D
tapi lagi - lagi kau bohongiku

               E
kau telah tipu aku . .


 * )

A               E/G#
… . aku menyayangimu

                       D
tapi lagi - lagi kau sakitiku

                E
kau telah khianatiku


# )

    D
tak pernah ku sangka kau telah berubah

    E
kau membagi cinta dengan dirinya

 D
aku yang terluka

                E
sungguh aku kecewa . .


reff :

       A              E
entah apa yang merasukimu

        D                    A
hingga kau tega mengkhianatiku

       F#m          E
yang tulus mencintaimu . .


       A            E
salah apa diriku padamu

        D                   A

hingga kau tega menyakiti aku

       F#m   E         D
kau sia . .  siakan cintaku . .


 * * )

A               E
… . aku menyayangimu

                       D
tapi lagi - lagi kau sakitiku

                E
kau telah khianatiku


# )

    D
tak pernah ku sangka kau telah berubah

    E
kau membagi cinta dengan dirinya

 D
aku yang terluka

                E
sungguh aku kecewa . .


reff :

       A              E
entah apa yang merasukimu

        D                    A
hingga kau tega mengkhianatiku

       F#m          E
yang tulus mencintaimu . .


       A            E
salah apa diriku padamu

        D                   A
hingga kau tega menyakiti aku

       F#m   E         D
kau sia . .  siakan cintaku . .  woo . .


musik :  F#m E D  - C#m Bm  - C#m D E


reff :

       A              E
entah apa yang merasukimu

        D                    A
hingga kau tega mengkhianatiku

       F#m          E
yang tulus mencintaimu . .


       A            E
salah apa diriku padamu

        D                   A
hingga kau tega menyakiti aku

       F#m   E         D
kau sia . .  siakan cintaku . .  woo . .


       A              E
entah apa yang merasukimu

        D                    A
hingga kau tega mengkhianatiku

       F#m          E

yang tulus mencintaimu . .


       A            E
salah apa diriku padamu

        D                   A
hingga kau tega menyakiti aku

       F#m   E         D
kau sia . .  siakan cintaku . .  hoo . .

       F#m   E         D
kau sia . .  siakan cintaku . .

E-Commerce Bagian 2





Framework E-Commerce / Area Pendukung E-Commerce

1. People : penjual, pembeli, perantara, spesialis S.I. Dan pihak2 lain yg termasuk dlm area pendukung utama.
2.  Public policy : Peraturan legal maupun regulasi lainnya
3. Marketing dan advertising : Membutuhkan dukungan marketing dan ads, khususnya transaksi online B2C dimana pembeli dan penjual tidak saling mengenal. Contoh : market research , promosi dan isi web
4.  Support service : banyak service dr kejelasan isi web. Pembayaran sampai pengirim barang.
5. Business partnership : Pengabungan usaha, pertukaran, kerjasama bisnis merupakan hal biasa dalam e-commerce.

 

Karakteristik E-Commerce

1. Transaksi tanpa batas, Dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
2. Transaksi anonim, Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
3. Produk digital dan non digital, Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
4. Produk barang tak berwujud, Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

Langkah - Langkah Membangun Bisnis E-Commerce

1. Memilih Produk yang akan Dijual
2. Riset dan Persiapan
3. Mulai Mengatur Bisnis
4. Tentukan Metode Pembayaran
5. Bersiap untuk Meluncurkan Situs Web Tersebut

Manfaat E-Commerce

Manfaat bagi Perusahaan :

1.   Jangkauan global
2.   Pengurangan biaya operasi
3.   Perbaikan rantai pasokan
4.   Penambahan jam buka: 24/7/365
5.   Kustomisasi
6.   Model bisnis baru
7.   Spesialisasi vendor
8.    Kecepatan time-to-market
9.    Biaya komunikasi/koordinasi lebih rendah
10.  Efisiensi pengadaan
11.  Meningkatkan hubungan dengan konsumen
12.  Informasi yang up-to-date
13.  Tidak harus membayar pajak/biaya usaha fisik

Manfaat bagi Konsumen :

1.    “Dimana saja – kapan saja”
2.    Lebih banyak pilihan produk dan jasa
3.    Harga lebih murah
4.    Pengiriman/penyampaian segera
5.    Ketersediaan informasi
6.    Kesempatan berpartisipasi
7.    Wahana komunitas elektronik
8.    Personalisasi, sesuai selera
9.    Tidak dikenai pajak penjualan

Manfaat bagi Masyarakat :

1.    Memungkinkan telecommuting
2.    Peningkatan kualitas hidup
3.    Dapat menolong masyarakat yang kurang mampu

E-Commerce Bagian 1



 E-Commerce (Electronic Commerce)

          Secara umum dapat diartikan sebagi kegiatan bisnis perdagangan maupun jasa yang berhubungan erat dengan media elektronik utamanya dengan menggunakan internet.


Manfaat E-Commerce

1. Revenue stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Melebarkan jangkauan.
3. Menurunkan biaya operasional.
4.Meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
5. Meningkatkan costumer loyalty.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Meningkatkan mata rantai pendapatan.
8. Memperpendek waktu produksi.


Model Bisnis

1. Business to Business (B2B)

         Dilakukan antara pihak yang saling berkepentingan dalam menjalankan bisnis meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan.
contoh : Alibaba adalah sebuah layanan e-commerce yang berfokus pada B2B e-commerce yang menghubungkan berbagai jenis usaha kecil maupun menengah. Banyak pembeli dan penjual di dunia yang menjadikan alibaba sebagai tempat untuk menjual atau mencari produk.

2. Business to Costumer (B2C)

          Dilakukan antara pelaku bisnis atau perusahaan dengan konsumen, seperti pada umumnya bisnis yang dilakukan yaitu produsen menjual produk ke konsumen secara online.
contoh : Asus Store adalah sebuah website E-Commerse yang baru didirikan oleh Asus yang menjual smartphone buatan asus langsung kepada konsumen.

3. Costumer to Business (C2B)

         Dimana konsumen akhir bertindak sebagai penjual sedangkan perusahaan bertindak sebagai pembeli dan aktivitas ini dilakukan secara elektronis yang tentunya dengan menggunakan jaringan internet.
contoh : situs Priceline (www.priceline.com) yang memungkinkan seorang menjual rumah ke suatu perusahaan serta menyajikan berbagai macam spesifikasi tertertu dari suatu barang yang dijual.

4. Consumer to Consumer (C2C)

         Meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen dan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online untuk melakukan transaksi tersebut.


Risiko E-Commerce

1. Risiko Finansial, yaitu kemungkinan kerugian keuangan (contoh: bagaimana kalau setelah saya transfer barang tidak dikirim?).
2. Risiko Sosial, yaitu kemungkinan kerugian yang berhubungan dengan pengaruh nilai-nilai sosial maupun pandangan dari teman atau keluarga (contoh: bagaimana kalau saya dianggap enggak gaul kalau belanja online?).
3. Risiko Waktu, yaitu kemungkinan merasa rugi waktu karena proses pembelian online (contoh: bagaimana kalau barang yang saya butuhkan terlambat tiba di tempat?).
4. Risiko Kinerja, yaitu kemungkinan produk atau layanan tidak sesuai dengan yang diharapkan (contoh: bagaimana kalau produk ternyata tidak sesuai dengan gambar di situs web?).
5. Risiko Fisik, yaitu kemungkinan kerugian secara fisik (contoh: bagaimana kalau proses pembelian online ini membuat saya lelah karena prosesnya yang ribet?).
6. Risiko Psikologis, yaitu kemungkinan merasa tidak nyaman secara psikologis (misalnya: merasa tidak nyaman karena tidak bertemu dengan penjual).
7. Risiko Privacy, yaitu kemungkinan kerugian karena penyalahgunaan informasi personal oleh toko online. 
8. Risiko Security, yaitu kemungkinan kerugian karena penyalahgunaan informasi personal oleh pihak ketiga (seperti payment gateway, dll).


Perbedaan E-Commerce & E-Business

1. E-business mencakup area yang sangat luas, mulai dari pembangunan modal, sumber daya manusia, sumber daya teknologi, proses marketing dan pemasaran, manajemen perkantoran, proses audit, dan segala macam elemen lainnya. Sedangkan, e-commerce hanya berfokus pada proses jual beli atau pemindahtanganan yang dilakukan melalui proses transaksi secara elektronik di sebuah situs.

2. E-commerce merupakan bagian kecil dari sebuah e-business.

3. E-commerce hanya membutuhkan spesifikasi dan jga kemampuan analisa dari segi penjualan dan transaksi saja. Sedangkan e-business membutuhkan pertimbanan matang dari berbagai aspek, mulai dari aspek pemasaran, produksi, dan sebagainya.